Selasa, 10 April 2012

KEN Harap Presiden Hilangkan Ketidakpastian - ekonomi.inilah.com


Jakarta – Komite Ekonomi Nasional (KEN) mengharapkan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dapat memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menghilangkan ketidakpastian khusus penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

Hal itu disampaikan Ketua KEN, Chairul Tanjung, saat menghadiri acara 12 th Annual Citi Economic and Political Outlook Seminar, Rabu (11/4/2012). ”Presiden memacu pertumbuhan ekonomi segera menghilangkan ketidakpastian apalagi dengan masalah BBM. Kami minta presiden untuk segera selesaikan ketidakpastian,” ujar Chairul.

Menurutnya, bila ketidakpastian ekonomi diselesaikan maka masalah sosial dan politik akan selesai. Selain itu, harga bahan pokok yang telah naik diharapkan dapat kembali turun dengan kepastian.
Chairul menuturkan, akselarasi pertumbuhan ekonomi dapat kembali dipercepat setelah sebelumnya melambat karena isu penaikan harga BBM subsidi. “Ini yang sekarang dalam tahapan persiapan. Sehingga Pemerintah dalam hal ini Presiden dapat segera menyelesaikan dalam April ini,” tambah Chairul.

Chairul menuturkan, konsumsi domestik Indonesia masih akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pihaknya masih menghitung kontribusi konsumsi domestik Indonesia ke pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selain itu, pihaknya masih memikirkan akselarasi perekonomian seperti apa yang akan kembali membuat ekonomi berjalan sesuai jalur.
Dalam APBNP 2012 terdapat pasar 7 ayat 6a yang mengatur kenaikan harga BBM subsidi bila Indonesian Crude Price (ICP) naik 15% dari harga acuan US$105 per barel dalam 6 bulan ke depan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar