Jakarta - Pasca ditemukannya tanah yang ambles di lokasi pembangunan mega proyek Sekolah Olahraga Nasional (SON) Bukit Hambalang, pada 15 Desember 2011, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng menghentikan proses pengerjaan proyek di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor ini.
Imbas itu, pelaksana proyek Hambalang, Kerja sama Operasi (KSO) PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya angkat tangan untuk bisa menyelesaikan proyek senilai Rp1,175 triliun sesuai dengan kontrak kerja pada 31 Desember 2012.
"Kami pesimistis bisa menyelesaikan sesuai dengan kontrak karena penghentian pengerjaan ini," kata Heri, perwakilan KSO kepada INILAH.COM, Rabu (30/5/12) di lokasi proyek.
Ditanyakan waktu penyelesaian proyek ini, Heri tidak bisa memberikan kepastian. Dia mengakui bahwa tenggat waktu bisa ditentukan setelah proses evaluasi tanah ambles di sekitar lapangan Bulutangkis itu dituntaskan.
Untuk diketahui, saat ini KSO proyek Hambalang telah mendatangkan ahli tanah dari Jepang dan Universitas Parahyangan, Bandung, untuk meneliti kontur tanah di lokasi proyek.
Menurut Menpora, setelah hasil evaluasi dituntaskan, barulah pengerjaan dilanjutkan. Menpora sendiri belum bisa memberikan kepastian penyelesaian proses evaluasi itu. "Masih dalam progress," kata menpora sesat sebelum meninggalkan kantor menuju Istana Presiden.
Selasa, 29 Mei 2012
Rapat Timwas Century-KPK Ditunda - nasional.inilah.com
Jakarta - Rapat antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Tim Pengawas (Timwas) DPR akhirnya ditunda dua pekan mendatang. Penundaan dilakukan setelah KPK mengirimkan surat permintaan pengunduran rapat ke Timwas.
"Ada agenda pimpinan dengan struktural KPK yang tidak bisa ditinggalkan," ujar juru bicara KPK Johan Budi SP, mengenai alasan diundurnya rapat saat dihubungi di kantornya, Rabu (30/5/2012).
Rapat yang sedianya dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan baru dalam kasus Bank Century, hari ini menurutnya akan digelar dua pekan mendatang tepatnya 13 Juni 2012. Rapat tersebut untuk menyampaikan apa saja yang sudah dilakukan KPK, termasuk dengan menggelar perkara dan kemajuan kasus tersebut pada Senin (28/5/2012).
Pimpinan KPK secara khusus menargetkan penyelesaian kasus dugaan korupsi Bank Century pada akhir tahun ini. Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua KPK Abraham Samad sebelumnya yang berjanji bahwa kasus korupsi dalam penalangan dana Rp6,7 triliun untuk Bank Century, merupakan salah satu prioritasnya.
"Ada agenda pimpinan dengan struktural KPK yang tidak bisa ditinggalkan," ujar juru bicara KPK Johan Budi SP, mengenai alasan diundurnya rapat saat dihubungi di kantornya, Rabu (30/5/2012).
Rapat yang sedianya dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan baru dalam kasus Bank Century, hari ini menurutnya akan digelar dua pekan mendatang tepatnya 13 Juni 2012. Rapat tersebut untuk menyampaikan apa saja yang sudah dilakukan KPK, termasuk dengan menggelar perkara dan kemajuan kasus tersebut pada Senin (28/5/2012).
Pimpinan KPK secara khusus menargetkan penyelesaian kasus dugaan korupsi Bank Century pada akhir tahun ini. Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua KPK Abraham Samad sebelumnya yang berjanji bahwa kasus korupsi dalam penalangan dana Rp6,7 triliun untuk Bank Century, merupakan salah satu prioritasnya.
Eva Minta Interpelasi Grasi Corby Ditunda Dulu - nasional.inilah.com
Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusumah Sundari mengusulkan keinginan interpelasi atas kebijakan grasi Schapelle Leigh Corby sebaiknya ditahan dulu. Sebab, setiap keputusan DPR selalu politis dan biasanya tidak jalan karena lobi-lobi politik.
Menurut Eva, sebaiknya pengusul hak interpelasi menunggu hasil gugatan masyarakat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). "Bagiku, karena sudah ada inisiatif dari kelompok yang dirugikan yang mau mem-PTUN-kan, maka kita tunggu saja hasil jalur hukum tersebut daripada jalur politis," jelas Eva saat dihubungi, Rabu (30/5/2012).
Untuk menunggu itu, lanjut dia, sebaiknya komisi III melakukan peran pengawasan atas proses hukum tersebut. "Kita dahulukan aspirasi rakyat, pemegang kedaulatan yang diwakili," katanya.
Selain itu, pilihan jalur hukum ini dinilai masuk akal dibandingkan jalur politis.
"Situasi di DPR tidak kondusif karena kepentingan subyektif parpol mulai menggumpal menjelang dua tahun pra pemilu," tutur Eva.
Kondisi di dapil (daerah pemilihan) lebih menyedot perhatian politikus Senayan. Apalagi, pembahasan UU pilpres yang tentu heboh. Sehingga secara prinsipil lebih baik didahulukan proses hukum dan maksimalkan pengawasan.
Terkait tidak bisanya grasi dilakukan interpelasi, Eva menambahkan bahwa hal itu ada koridor-koridor dalam memberikan grasi. Hanya presiden tidak menggunakan pertimbangan-pertimbangan tersebut.
"Hak grasi itu ada koridornya, mengabaikan kepentingan umum dan merugikan kelompok atau seseorang. Tampaknya dua koridor tersebut ditabrak, sehingga pantas jika Granat (Gerakan Nasional Anti Narkotika) mau membawa ke PTUN," tambah Eva.
Menurut Eva, sebaiknya pengusul hak interpelasi menunggu hasil gugatan masyarakat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). "Bagiku, karena sudah ada inisiatif dari kelompok yang dirugikan yang mau mem-PTUN-kan, maka kita tunggu saja hasil jalur hukum tersebut daripada jalur politis," jelas Eva saat dihubungi, Rabu (30/5/2012).
Untuk menunggu itu, lanjut dia, sebaiknya komisi III melakukan peran pengawasan atas proses hukum tersebut. "Kita dahulukan aspirasi rakyat, pemegang kedaulatan yang diwakili," katanya.
Selain itu, pilihan jalur hukum ini dinilai masuk akal dibandingkan jalur politis.
"Situasi di DPR tidak kondusif karena kepentingan subyektif parpol mulai menggumpal menjelang dua tahun pra pemilu," tutur Eva.
Kondisi di dapil (daerah pemilihan) lebih menyedot perhatian politikus Senayan. Apalagi, pembahasan UU pilpres yang tentu heboh. Sehingga secara prinsipil lebih baik didahulukan proses hukum dan maksimalkan pengawasan.
Terkait tidak bisanya grasi dilakukan interpelasi, Eva menambahkan bahwa hal itu ada koridor-koridor dalam memberikan grasi. Hanya presiden tidak menggunakan pertimbangan-pertimbangan tersebut.
"Hak grasi itu ada koridornya, mengabaikan kepentingan umum dan merugikan kelompok atau seseorang. Tampaknya dua koridor tersebut ditabrak, sehingga pantas jika Granat (Gerakan Nasional Anti Narkotika) mau membawa ke PTUN," tambah Eva.
OTK Tembak Mati Guru SD Puncak Jaya - nasional.inilah.com
Jayapura - Seorang guru SD Inpres Dondobaga, kampung Kulirik, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya,Provinsi Papua, Anthon Arung Tandila (36) ditembak orang tak dikenal (OTK) hingga tewas di rumahnya, Selasa (29/5/2012), sekitar pukul 19.30 WIT.
Kapolres Puncak Jaya AKBP Marcelis, Rabu (30/5/2012) pagi, mengakui aksi tersebut terjadi saat korban yang juga membuka kios (warung sembako) di rumahnya didatangi pembeli yang hendak membeli gula pasir.
Saat melayani pembeli korban ditembak dari luar rumah yang sekaligus merangkap kios, kata Kapolres Puncak Jaya AKBP Marcelis seraya mengatakan, dari keterangan istrinya yang menyaksikan penembakan itu, pelaku berbadan tinggi besar dan menggunakan jaket hitam bertudung.
Dikatakan, istri korban Ny Elvi Jami (30) menjelaskan pelaku hanya menembak satu kali dan mengenai pipi kiri tembus telinga belakang hingga mengakibatkan korban tewas di tempat.
Seusai melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan rumah korban, jelas AKBP Marcelis.
Menurut perwira Polri itu, saat ini jenazah korban masih berada di RSUD Mulia, dan hari Rabu direncanakan dievakuasi ke Toraja lewat Jayapura dan Makassar.
Ketika ditanya tentang jenis senjata yang digunakan pelaku, Kapolres Puncak Jaya mengaku, belum dapat memastikan, karena istri korban masih nampak trauma sehingga tidak bisa memberikan keterangan lebih banyak.
Kapolres Puncak Jaya AKBP Marcelis, Rabu (30/5/2012) pagi, mengakui aksi tersebut terjadi saat korban yang juga membuka kios (warung sembako) di rumahnya didatangi pembeli yang hendak membeli gula pasir.
Saat melayani pembeli korban ditembak dari luar rumah yang sekaligus merangkap kios, kata Kapolres Puncak Jaya AKBP Marcelis seraya mengatakan, dari keterangan istrinya yang menyaksikan penembakan itu, pelaku berbadan tinggi besar dan menggunakan jaket hitam bertudung.
Dikatakan, istri korban Ny Elvi Jami (30) menjelaskan pelaku hanya menembak satu kali dan mengenai pipi kiri tembus telinga belakang hingga mengakibatkan korban tewas di tempat.
Seusai melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan rumah korban, jelas AKBP Marcelis.
Menurut perwira Polri itu, saat ini jenazah korban masih berada di RSUD Mulia, dan hari Rabu direncanakan dievakuasi ke Toraja lewat Jayapura dan Makassar.
Ketika ditanya tentang jenis senjata yang digunakan pelaku, Kapolres Puncak Jaya mengaku, belum dapat memastikan, karena istri korban masih nampak trauma sehingga tidak bisa memberikan keterangan lebih banyak.
Ical Kali Ini Menuai Protes - nasional.inilah.com
Jakarta - PDI Perjuangan dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) merasa tersedak angin ‘Beringin’ tatkala Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie atau Ical yang menyindir Presiden pertama Ir Sukarno soal perempuan. Reaksi keras pun meluncur deras.
Kalangan GMNI menuntut Aburizal Bakrie untuk segera meminta maaf kepada publik atas pencemaran nama baik Proklamator Repubik Indonesia itu di muka umum. Ical mungkin salah ucap, ketrucut dan tak sengaja, sehingga sebaiknya Ical membuka diri bagi kritik dan koreksi.
Politisi Partai Banteng dan aktivis GMNI sangat menyesalkan sindiran Ical yang mereka anggap tidak pantas. "Sebagai tokoh nasional, Pak Ical sebaiknya lebih menonjolkan sosok kenegarawanannya. Kami menganggap ucapan tersebut sangat tidak pantas disampaikan seorang negarawan seperti Pak Ical," tegas Ketua Korda GMNI Jawa Timur Rangga Bisma Aditya, Selasa (29/5).
Dalam pidatonya pada pelantikan Alex Noerdin sebagai anggota Dewan Kehormatan Ormas MKGR di Hotel Sultan Jakarta, Ical menyatakan tidak akan meniru jejak Sukarno jika terpilih sebagai presiden, yakni memberikan perhatian lebih kepada perempuan cantik.
PDI Perjuangan secara lantang mengaku tersinggung dengan ucapan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang menyindir kehidupan pribadi Presiden RI Sukarno. Wasekjen PDI Perjuangan, Eriko Sotarduga mengingatkan Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah sebagai proklamator dan pahlawan bangsa.
Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menilai tidak ada yang bisa menyamai mantan Presiden Sukarno, bahkan oleh Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie atau Ical sekalipun.
Agar tidak tergelincir karena kesandung kerikil tajam, dan mumpung ''nasi belum jadi bubur'', Ical sebaiknya meminta klarifikasi, tabayun atau bahkan minta maaf agar reaksi keras dari kalangan nasionalis tidak semakin deras.
Minggu, 27 Mei 2012
Presiden SBY Lantik Menkes & Wamen ESDM Pekan Ini - nasional.inilah.com
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menetapkan calon menteri kesehatan (menkes) dan wakil menteri (wamen) energi dan sumber daya mineral (ESDM).
"Posisi wamen ESDM dan menkes dalam waktu dekat Bapak Presiden mempertimbangkan untuk dapat menempati posisi tersebut," ujar Juru Bicara Presiden. Julian Aldrin Pasha, di halaman Istana Negara, Jakarta, Senin (28/5/2012).
Menkes yang kemarin bernama Endang Rahayu Sedyaningsih yang meninggal dunia akibat kanker paru pada 2 Mei lalu. Sedangkan, Wamen ESDM yang lalu bernama Widjajono Partowidagdo wafat karena sakit saat mendaki Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, pada 21 April 2012.
Julian menegaskan, tidak ada pergantian jabatan pada posisi menteri selain menteri kesehatan dan wakil menteri ESDM. "Reshuffle suatu hal yang berbeda, ini posisi dua kosong itu, menkes dan wamen ESDM," jelas Julian.
Julian enggan membeberkan nama calon menteri kesehatan dan wakil menteri ESDM yang telah dipilih SBY. "Nanti diumumkan, saya tidak bisa spekulasi soal itu, nanti dipertimbangkan oleh Bapak Presiden," kata Julian. [bar]
"Posisi wamen ESDM dan menkes dalam waktu dekat Bapak Presiden mempertimbangkan untuk dapat menempati posisi tersebut," ujar Juru Bicara Presiden. Julian Aldrin Pasha, di halaman Istana Negara, Jakarta, Senin (28/5/2012).
Menkes yang kemarin bernama Endang Rahayu Sedyaningsih yang meninggal dunia akibat kanker paru pada 2 Mei lalu. Sedangkan, Wamen ESDM yang lalu bernama Widjajono Partowidagdo wafat karena sakit saat mendaki Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, pada 21 April 2012.
Julian menegaskan, tidak ada pergantian jabatan pada posisi menteri selain menteri kesehatan dan wakil menteri ESDM. "Reshuffle suatu hal yang berbeda, ini posisi dua kosong itu, menkes dan wamen ESDM," jelas Julian.
Julian enggan membeberkan nama calon menteri kesehatan dan wakil menteri ESDM yang telah dipilih SBY. "Nanti diumumkan, saya tidak bisa spekulasi soal itu, nanti dipertimbangkan oleh Bapak Presiden," kata Julian. [bar]
Nara Akui Ada Kekurangan Pada Pelayanan Publik - metropolitan.inilah.com
Jakarta - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Nachrowi Ramli mengakui jika masih ada pelayanan publik terhadap warga Jakarta, yang terasa masih kurang.
Meski ada banyak kemajuan dibeberapa sektor, namun menurut pria yang akrab disapa Nara itu, harus diakui masih ada kekurangan dalam pelayanan publik. Nara berjanji, jika dia dan Cagub incumbent, Fauzi Bowo dipercaya pimpin Jakarta, maka pembenahan pelayan publik jadi prioritas.
Nara menjelaskan, peningkatan pelayanan publik yang dimaksud adalah, dimana setiap warga Ibukota Jakarta, akan mendapatkan pelayanan yang baik, yang diiringi oleh peningkatan pemberdayaan masyarakat Jakarta. "Kita akui pelayanan publik masih jauh dari apa yang diharapkan, pelayanan terhadap masyarakat akan terus ditingkatkan," katanya saat ditemui di Jakarta, Senin (28/5/2012).
Dia melanjutkan peningkatan pelayanan masyarakat ini, menjadi salah satu visi dan misi pasangan dari Cagub incumbent, Fauzi Bowo, jika nanti dirinya bersama Fauzi Bowo dipercaya warga Jakarta duduk sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2012-2017. "Yang jelas kami akan menjadikan Jakarta lebih maju, labih nyaman, dan lebih sejahtera," tegas Nara
Meski ada banyak kemajuan dibeberapa sektor, namun menurut pria yang akrab disapa Nara itu, harus diakui masih ada kekurangan dalam pelayanan publik. Nara berjanji, jika dia dan Cagub incumbent, Fauzi Bowo dipercaya pimpin Jakarta, maka pembenahan pelayan publik jadi prioritas.
Nara menjelaskan, peningkatan pelayanan publik yang dimaksud adalah, dimana setiap warga Ibukota Jakarta, akan mendapatkan pelayanan yang baik, yang diiringi oleh peningkatan pemberdayaan masyarakat Jakarta. "Kita akui pelayanan publik masih jauh dari apa yang diharapkan, pelayanan terhadap masyarakat akan terus ditingkatkan," katanya saat ditemui di Jakarta, Senin (28/5/2012).
Dia melanjutkan peningkatan pelayanan masyarakat ini, menjadi salah satu visi dan misi pasangan dari Cagub incumbent, Fauzi Bowo, jika nanti dirinya bersama Fauzi Bowo dipercaya warga Jakarta duduk sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2012-2017. "Yang jelas kami akan menjadikan Jakarta lebih maju, labih nyaman, dan lebih sejahtera," tegas Nara
Langganan:
Postingan (Atom)